Pengantar

Kitab Wahyu seringkali dianggap kitab yang menakutkan untuk dibahas, kitab yang penuh rahasia. Ada juga yang menganggap bahwa kitab hanya berisi hal-hal di akhir zaman, karena itu, kurang relevan dengan pergumulan umat masa kini. Namun pandangan tsb tidak sepenuhnya benar. Karena sekalipun dalam kitab ini ada hal-hal yang masih rahasia, namun banyak juga hal-hal yang cukup jelas; sekalipun kitab ini bicara mengenai hal-hal yad, namun kitab ini juga bicara mengenai pergumulan Gereja abad mula-mula, Gereja masa kini dan pada masa yad.

Dari Why.1:1, kita dapat memperoleh beberapa hal:
1. Sumber dan isi: “Wahyu Yesus Kristus...”
Kata “wahyu” (Yun. apokalupsis) dalam Alkitab bahasa asli (Yunani) merupakan kata pertama dari kitab ini. “Apokalupsis Iesou Khristou...”
2. Tujuan: “...supaya ditunjukkan kepada hamba2Nya (doulois) apa yang harus (dei) segera terjadi.” Dalam ayat 4 dinyatakan secara eksplisit tujuan kitab ini: “Kepada ketujuh jemaat di Asia” (1:4).
3. Mediator: Disampaikan melalui Yohanes.

Why.2:8-11
Oleh: Pdt. Mangapul Sagala
OUTLINE:

II. Jemaat Smirna (2:8-11)
Pengantar
Sebagaimana kita lihat di dalam peta, kota Smirna terletak di sebelah Utara kota Efesus. Setelah Efesus, maka jemaat kedua yang menerima surat adalah jemaat Smirna. Banyak penulis yang mengatakan bahwa kota ini adalah kota yang paling indah dari ketujuh jemaat yang menerima surat. Seperti Efesus, kota Smirna juga merupakan kota perdagangan. Hal ini disebabkan oleh lokasinya yang sangat baik, di mana di kota ini ditemukan jalan raya yang sangat baik yang menghubungkan kota ini dengan kota-kota lainnya, termasuk ke pedalaman. Selain itu, kota ini juga memiliki pelabuhan yang baik yang membuatnya semakin strategis dalam perdagangan. Karena itu, kota ini dianggap merupakan saingan bagi kota Efesus yang berjarak hanya sekitar 50 km.

Why:2:12-17
Pdt. Mangapul Sagala

Pengantar
Pergamus terletak 88 km di sebelah utara kota Smirna. Di masa penjajahan Romawi, kota ini menjadi ibu kota propinsi Asia kecil. Kota Smirna tidak seperti Efesus dan Smirna yang merupakan dua kota perdagangan yang terkenal ketika itu. Meski demikian, kota ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Mereka khususnya akan terkesan dengan banyaknya kuil dan altar penyembahan. Kota yang terletak di atas gunung serta yang dikelilingi oleh lembah tersebut memiliki benteng yang berdiri dengan megah. Benteng Pergamus tersebut dibangun di atas bukit yang curam dengan ketinggian sekitar 1000 kaki di atas dataran. Kota Pergamus menjadi semakin terkenal karena di dekat puncak Pergamus, Eumenes II membangun sebuah altar raksasa yang megah, Zeus. Pliny memberi komentar tentang kota ini: “By far the most famous city of Asia”.

Why.2:18-29
Pdt. Mangapul Sagala

Pengantar
Kota Tiatira ditemukan oleh Seleucus I, yang oleh Robert Mounce disebut sebagai " a military outpost to guard one of the approaches to his empire" (Revelation, NICNT, 101). Pada tahun 190 SM kota Tiatira jatuh ke tangan pemerintah Roma, karena itu kota ini, pertama menjadi bagian dari kerajaan Pergamus, kemudian menjadi bagian dari propinsi Asia. Sebagaimana dapat kita lihat dalam peta (sesi pertama), lokasi kota Tiatira terletak sekitar 64 km sebelah Tenggara kota Pergamus. Kota ini lebih kecil dan tidak sepopuler tiga kota sebelumnya (Efesus, Smirna dan Pergamus). Namun demikian, kota ini dikenal sebagai pusat perdagangan yang makmur. Hal itu diketahui dari hasil penggalian para arkeolog yang menemukan prasasti-prasasti di mana melaluinya diketahui adanya serikat perniagaan yang cukup banyak.
Tidak heran jita di kota ini ditemukan asosiasi pekerja tembaga, tukang tenun, pembuat pakaian, tukang celup, tukang sepatu, tukang samak, tukang roti,dll. Di dalam kitab Kisah para rasul kita menemukan dokter Lukas mencatat seorang bernama Lidia, yaitu penjuan kain ungu yang berasal dari kota Tiatira (Kis.16:14).