Keenam, kemurniannya.

Sekiranya ada orang yang masih ragu terhadap Alkitab, namun mau membaca Alkitab dengan hati yang terbuka dan sungguh-sungguh, maka kami akan bertanya kepadanya tentang kemungkinan penulis Alkitab tersebut. Jika disimak dengan baik, maka kita melihat Alkitab menelanjangi kelemahan manusia berdosa, tanpa kecuali. Termasuk di sini adalah kelemahan para nabi (Ini juga keunikan Alkitab dibandingkan dengan kitab suci lainnya). Itulah sebabnya, nabi Musa, pemimpin besar Israel itu dicatat dalam Alkitab bahwa dia pernah membunuh. Padahal, ketika Musa menerima kesepuluh hukum Taurat dari Allah, salah satu di antaranya adalah perintah untuk jangan membunuh (hukum ke-6). Dari sini kita dapat membayangkan kesulitan yang dialami Musa ketika menyampaikan Taurat tersebut kepada umat Israel, di mana umat Israel telah mengetahui sebelumnya akan peristiwa pembunuhan tersebut.

Kemudian, nabi Abraham yang disebut dengan istilah bapak orang beriman merupakan gelar yang sangat tinggi dan mulia yang hanya diberikan kepada Abraham namun Alkitab mencatat kelemahan Abraham ketika dia berkata kepada istrinya: "Katakanlah bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka (orang-orang Mesir) dengan baik… dan aku dibiarkan hidup" (Kej.12:13) Hal seperti ini dilakukannya lagi ketika dia bertemu Abimelekh (lihat Kej.20).

Kedelapan, sifat universalnya

Apa yang disampaikan dan diajarkan oleh Alkitab melampaui batasan-batasan suku, kaum, bahasa dan bangsa. Oleh karena itu, isi Alkitab tidak pernah tidak cocok dengan suku atau bangsa tertentu. Mengapa? Karena Alkitab adalah Firman Allah yang melampaui segala batasan waktu dan tradisi manusia. Kita setuju jika seorang mengatakan bahwa Alkitab itu adalah handbooknya orang berdosa. Karena itu ajaran Alkitab selalu relevan dengan manusia, di mana manusia sudah berdosa dan membutuhkan berita pengampunan dosa. Itulah sebabnya, manusia di segala abad dan tempat, yang sungguh-sungguh mencintai dan membaca Alkitab telah beroleh banyak nasehat, pengajaran, penghiburan serta berkat yang melimpah.

Kesembilan, ketahanannya terhadap segala serangan
Marilah kita renungkan kenyataan ini: Alkitab adalah satu-satunya kitab yang paling banyak diserang dan dikritik. Alkitab juga adalah satu-satunya kitab yang paling terbuka untuk dikritik, karena ditulis dalam berbagai bahasa, di mana telah diterjemahkan ke lebih dari 1700 bahasa. Tetapi apa yang terjadi? Penyerang-penyerang Alkitab meninggal dan berlalu, namun Alkitab yang diserang tersebut tetap bertahan hingga sekarang dan menjadi berkat bagi berjuta-juta manusia yang mau terbuka dan sunguh-sungguh mau mencari kebenaran.

Pengilhaman Alkitab

Alkitab adalah Firman Allah, demikian pembahasan kita pada bab sebelumnya. Mengapa? Sebagaimana telah kita sudah lihat di atas, karena Alkitab mengatakan dirinya Firman Allah, karena Alkitab itu sungguh diilhami oleh Allah. Ini jugalah yang menjadi keyakinan kaum Injili. Tetapi apakah artinya Alkitab diilhami Allah? Bagaimanakah hal itu terjadi? Sejauh manakah Alkitab diilhami oleh Allah? Jikalau Alkitab sungguh diilhami Allah, apakah akibat pengilhaman tersebut? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan kita bahas di bawah ini.

1. Arti Pengilhaman (Inspirasi)
Ada dua ayat penting dan terkenal yang berhubungan dengan pengilhaman ini. Ayat yang pertama adalah: "Segala tulisan diilhami Allah, memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (II Tim.3:16). Sedangkan ayat yang kedua adalah: "Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah" (II Pet.1:20-21).

Beberapa Teori Pengilhaman

Pertama-tama perlu ditegaskan di sini, bahwa teori pengilhaman bukanlah merupakan hal yang sederhana. Marilah kita melihat beberapa teori dibawah ini.
Pertama, teori intuisi
Menurut teori ini, pengilhaman adalah semacam penglihatan yang amat tajam. Karena itu, Penulis-penulis dilihat sebagai seniman yang memiliki kemampuan berimajinasi atau mengembangkan perasaannya, sehingga mereka dianggap genius-genius dalam keagamaan.

Kedua, teori iluminasi (Pencerahan)
Teori ini mengakui keterlibatan Roh Kudus dalam diri Penulis-penulis Alkitab, tetapi keterlibatanNya hanya sebatas meningkatkan kemampuan normal mereka.

Ketiga, teori dinamis
Teori ini menekankan keterlibatan kedua pribadi yaitu Allah dan manusia dalam pengilhaman dan penulisan Alkitab. Roh Kudus dilihat sebagai pengarah ide atau konsep yang akan dituliskan. Tetapi membiarkan Penulis-penulis tersebut sepenuhnya mengembangkan kepribadiannya dalam memilih kata dan cara pengungkapannya.

3. Akibat Pengilhaman

Di atas, kita telah melihat berbagai teori pengilhaman Alkitab. Sesungguhnya sikap dan keyakinan kita terhadap pengilhaman Alkitab tersebut sangat penting. Karena hal itu akan mempengaruhi sikap kita selanjutnya terhadap Alkitab tersebut.

Apa maknanya bahwa Alkitab diilhami Allah? Jika kita sungguh percaya bahwa Alkitab sungguh-sungguh diilhami Allah terlepas dari bentuk atau teori mana yang kita terapkan dari berbagai teori tersebut di atas dan jika kita percaya serta menerima akan keterlibatan Roh Kudus secara penuh mengontrol dan memimpin para Penulis Alkitab, maka kita dapat menyimpulkan hal-hal penting berikut ini:

Page 2 of 3