Beberapa Pandangan Terhadap Alkitab

Sesungguhnya topik tentang Alkitab sangat penting. Ini adalah salah doktrin gereja yang sangat penting. Mengapa? Jawabnya jelas: karena sebenarnya seluruh doktrin gereja berasal dan dibangun dari topik ini. Mengapa gereja percaya bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus? Mengapa gereja mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah sejati dan manusia sejati? Mengapa kita percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh mati untuk dosa manusia? Mengapa kita percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh bangkit dalam bentuk tubuh? Mengapa kita percaya bahwa ada kebangkitan tubuh sesudah kematian? Mengapa kita percaya bahwa Yesus akan datang kedunia yang kedua kalinya? Banyak lagi pertanyaan lain yang dapat kita daftarkan di sini. Jawaban terhadap pertanyaan tersebut adalah: Karena Alkitab mengatakan demikian. Maka tepatlah syair sebuah lagu: Jesus loves me this I know, for the Bible tells me so.

4. Alkitab mengandung Firman Allah

Menurut pandangan ini, Alkitab bukanlah Firman Allah, tetapi di dalamnya terdapat Firman Allah. Disamping itu, Alkitab juga mengandung 'firman iblis' dan 'firman manusia'. Penganut pandangan ini setuju bahwa bagian Alkitab yang mengatakan, "Beginilah Firman Allah", atau "Demikianlah Firman Allah", memang adalah Firman Allah. Tetapi bagian lainnya, seperti "Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman…(Kej.3:1b), bukanlah Firman Allah. Demikian juga dengan nasehat-nasehat sahabat Ayub, yaitu Elifas, Bildad dan Zofar bukanlah Firman Allah, karena memang kemudian Allah menegur mereka dan menyuruh mereka minta maaf kepada Ayub atas segala nasehat mereka yang salah (Baca Ayub 42:7-9).

5. Alkitab menjadi Firman Allah ketika terjadi pertemuan atau pengalaman pribadi.
Menurut pandangan ini, ketika seseorang membaca Alkitab dan Allah berbicara melalui ayat-ayat yang sedang dibaca tersebut, maka pada saat itulah ayat tersebut menjadi Firman Allah. Dengan perkataan lain, ada saatnya Alkitab tersebut bukanlah Firman Allah yaitu sebelum terjadi pengalaman pribadi dengan ayat-ayat tersebut. Dengan demikian, Firman Allah menjadi sangat subjektif, tidak lagi objektif, tergantung manusia yang mengalaminya. Bagi orang tertentu ada kemungkinan ayat tertentu bukan Firman Allah kerena dia tidak mengalami apa-apa dari ayat tersebut. Tetapi orang lain, yang mengalami sesuatu dari ayat tersebut, itu adalah Firman Allah.

Alkitab Adalah Firman Allah

Apa dasarnya seseorang menerima Alkitab sebagai Firman Allah? Ada orang berpandangan bahwa Alkitab harus dibuktikan terlebih dahulu sebagai Firman Allah baru diterima. Bagaimana tanggapan Anda terhadap metode penerimaan Alkitab dengan cara pembuktian tersebut? Sesungguhnya, kalau kita mau jujur, maka ada beberapa kesulitan yang muncul dengan metode pembuktian ini.
Pertama, kalau Alkitab adalah Firman Allah, apakah ada bukti yang cukup syarat untuk membuktikan kebenaran Alkitab tersebut? Kalau ada (sebenarnya tidak ada), apakah bukti tersebut tidak perlu dibuktikan lagi? Nah, kalau sudah begini, jadi seperti lingkaran setan, bukan?
Kedua, kalau kita mau menerima Alkitab sebagai Firman Allah berdasarkan bukti, manakah sekarang yang lebih tinggi dan berotoritas nilainya? Alkitab, atau bukti tersebut? Bolehkah hal ini terjadi? Seharusnya tidak boleh.
Ketiga, apakah peranan bukti terhadap yang dibuktikan? Jikalau Alkitab adalah Firman Allah, tetapi tidak ada yang berhasil membuktikannya sebagai Firman Allah, apakah Alkitab tersebut berubah menjadi bukan Firman Allah? Sebaliknya, jika ada kitab yang dianggap Kitab Suci dan berhasil dibuktikan sebagai Firman Allah padahal sebenarnya bukan apakah kitab tersebut berubah menjadi Firman Allah? Untuk hal ini, tentu kita semua dapat menjawabnya. Itulah sebabnya, kita harus menolak metode menerima Alkitab dengan pendekatan pembuktian.

Kedua, sikap Tuhan Yesus yang menerima dan menjunjung tinggi Alkitab. Sesungguhnya, Tuhan Yesus adalah teladan hidup kita, termasuk dalam sikapNya terhadap Kitab Suci. Selama hidup Tuhan Yesus di dunia ini, kita melihat ketaatanNya yang sempurna kepada Alkitab (Perjanjian Lama). Sebagai contoh sangat nyata adalah ketika Dia mengalami pencobaan di padang gurun. Kita melihat dengan jelas bahwa semua godaan si Iblis dipatahkan dengan ketaatanNya kepada Firman. Menghadapi godaan tersebut, Dia mengutip Perjanjian Lama dengan memulai dengan mengatakan: "Ada tertulis…" (Mat.4:4,7,10).
Ada orang yang menafsirkan ayat ini dengan mengatakan bahwa Tuhan Yesus melawan Iblis dengan mengutip Firman, dalam arti Firman tersebut ditujukan buat si Iblis. Jika demikian, sepertinya, Iblis takut terhadap Firman. Kami tidak setuju dengan penafsiran seperti ini. Kami lebih setuju dengan pandangan yang mengatakan bahwa Iblis tidak memerlukan Firman Tuhan. Karena itu, Dia mengutip itu bukan buat si Iblis, tetapi buat diriNya sendiri, untuk ditaatiNya. Sungguh, di sini kita melihat teladan yang sempurna sedang diperlihatkan oleh Tuhan Yesus kepada seluruh umatNya, termasuk kepada kita semua.

Keempat, kuasa Alkitab yang mengubah hidup

Adalah merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal bahwa berjuta-juta manusia yang hidup dalam dosa, frustrasi, tanpa pengharapan dan ingin bunuh diri, mengalami perubahan hidup setelah mereka membaca dan merenungkan Alkitab. Ada satu cerita yang menarik ditulis oleh Dr. J.M. Boice. Pada satu pertemuan dari kelompok Bala Keselamatan (Salvation Army) di tempat terbuka, Dr H.A. Ironside diundang untuk bersaksi di hadapan kira-kira 60 orang. Setelah dia menyaksikan kuasa Kristus melalui firmanNya yang telah mengubah hidupnya, seorang yang berpakaian rapi tiba-tiba maju ke depan dan menyodorkan kartu nama yg di baliknya ada tulisan "Tuan, saya mau menantang Anda untuk berdebat dengan saya mengenai Agnostisme versus Kekristenan di aula Academi Science, hari Minggu depan sore, jam 16.00". Tawaran tersebut diterima oleh Dr Ironside dengan satu persyaratan, yaitu dia harus membawa sertanya pada pertemuan tersebut seorang pria dan seorang perempuan, yang dahulu hidupnya rusak. Tetapi, setelah mendengar Agnostisisme tersebut, hidup mereka diubahkan menjadi orang baik dan setia mengikuti ajaran tersebut. Sementara itu, Ironside berjanji akan membawa 100 orang menyertainya dan menjadi saksi hidup di mana hidup mereka dahulu rusak, tetapi berubah setelah mendengar Firman Tuhan.

Page 1 of 3