Bagaimana dengan dialog antar agama?

Setelah melihat fakta kemajemukan tsb di atas, maka pertanyaan selanjutnya adalah apa yang dapat kita lakukan dengan konteks hidup sedemikian? Apakah kita akan kompromi, yaitu dengan menghilangkan kebenaran yang telah diajarkan dalam Alkitab dan yang telah diyakini oleh umat Tuhan secara turun temurun dari abad ke abad? Apakah kita akan mengatakan bahwa "semua agama baik, tidak ada bedanya, karena sama-sama mengajarkan moral dan surga?" Banyak orang tentu tidak akan setuju dengan sikap demikian, walau tidak sedikit juga yang telah melakukannya. Sikap yang dianggap lebih tepat untuk dilakukan dalam konteks majemuk tsb adalah mengembangkan sikap toleransi. Barangkali dalam hal inilah usaha-usaha untuk melakukan dialog antar agama menjadi sangat diperlukan, walau karena berbagai alasan, usaha2 spt itu disikapi sebagian orang (theolog) dengan pro kontra. Frans Magnis Suseno, seorang filsuf Katolik dan dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Jakarta mendukung adanya dialog antar agama dengan syarat: "asal tidak diharapkan sesuatu dari padanya yang tidak mungkin diberikannya".

Dasar Menerima Eksklusivisme

Di atas telah kita sebutkan pandangan Eksklusivisme yang dianut oleh banyak umat Tuhan dan theolog dari kaum konservatif. Mengapa demikian? Jawabannya sederhana, yaitu karena sifat finalitas Kristus yang sangat berakar kuat dalam Alkitab. Hal itulah yang diikuti oleh Gereja-gereja Tuhan sepanjang massa. Mereka tidak rela melihat pengecilan, apalagi penyimpangan peran dan makna Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Itulah sebabnya, bagi mereka yang mau berpegang pada pandangan Gereja tradisional, pandangan Eksklusivisme menjadi sesuatu yang sulit dihindari. Itulah sebabnya, di atas saya menegaskan bahwa penolakan pada Eksklusivisme, dapat dikatakan, sekaligus merupakan penolakan kepada otoritas Alkitab dan keyakinan yang bersifat tradisional.

Jika digali dari Injil Yohanes saja, kita akan menemukan terbentang luas dasar-dasar yang sangat kuat dari paham Eksklusivisme tsb. Di bawah ini, saya mendaftarkan ayat-ayat yang berkaitan dengan paham tsb:

Page 3 of 3