Akhir Zaman
Oleh: Mangapul Sagala

Tidak semua orang sependapat bahwa doktrin akhir zaman penting untuk dipelajari. Ada yang menganggap bahwa doktrin ini sungguh penting, tetapi ada juga yang menganggapnya sekedar doktrin tambahan. Mereka ini mengatakan bahwa apa dan bagaimanapun pandangan kita tentang doktrin ini tidak akan mempengaruhi -mempercepat atau memperlambat kedatangan Kristus. Karena itu, lebih baik membicarakan hal-hal lain yang jauh lebih penting. Tetapi bagi saya, doktrin ini sangat penting.
Ada beberapa alasan mengapa kita mempelajari doktrin ini:
a. Alkitab mengajarkan bahwa sejarah tidak akan berjalan dengan sendirinya begitu saja, tetapi ada dalam pimpinan dan kontrol Allah. Sejarah akan menuju pada penggenapannya yang sempurna. Hal ini akan terjadi pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kali, yaitu pada akhir zaman.
b. Kita orang-orang percaya yang hidup di dunia ini tidak boleh terlalu disibukkan oleh dunia ini sehingga kita lupa bahwa kita akan menerima, "Suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar, dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di Sorga.""(1Pet.1: 4). Karena itu, kita harus berusaha menghubung-kan apa yang kita lakukan sekarang dengan doktrin ini. Sebagaimana tokoh reformasi, Martin Luther pernah berkata, "Aku hanya punya dua hari, yaitu hari ini dan hari itu. Saya mau hidup hari ini dalam terang hari itu (hari kedatangan Kristus yang kedua)."
c. Sesungguhnya segala kejahatan dan penderitaan yang terjadi di dunia ini hanya akan berakhir pada akhir zaman. Jadi, pengharapan dan kerinduan kita akan dunia yang penuh baha-gia dan ideal akan dipenuhi pada akhir zaman. Itulah sebabnya kita tidak setuju pada kelompok tertentu yang memiliki pan-dangan yang terlalu optimis akan keadaan dunia ini. Kenyataannya, dunia semakin rusak, kejahatan semakin mera-jalela. Hal tersebut sebenarnya sudah ditegaskan Kitab Suci. Sebagaimana tertulis, "Sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat." (2Tim.3: 13).

3. Pandangan Alkitab

Kita telah melihat berbagai pandangan tentang kedatangan Kristus yang kedua. Di antaranya, ada yang menolak peristiwa tersebut sebagai hal yang pasti terjadi dalam sejarah manusia. Namun Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus akan datang kembali. Tuhan Yesus sendiri secara panjang lebar membicarakan hal tersebut kepada murid-muridNya (lihat Matius 24-25). Perhatikan khususnya ayat berikut, "Sebab itu hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." (Mat.24: 44). Ketika Tuhan Yesus naik ke Surga, di mana ketika itu murid-murid sedang menatap ke langit, dua orang yang berpakaian putih berkata kepada mereka, "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke Surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama" (Kis.1: 11).
Rasul Paulus pun seringkali menyebutkan hal tersebut dalam surat-suratnya. Bahkan dia sangat merindukan peristiwa tersebut. Ketika masa tuanya, dia menulis,"Sekarang tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kapadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada harinya. Tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang menantikan kedatanganNya" (2Tim.4: 8).

Sikap Yang Benar

Sekalipun kita tidak mengetahui waktu yang tepat kapan Tuhan Yesus datang kembali, namun kita perlu memiliki sikap yang benar dalam menyambut kedatanganNya. Hal ini perlu ditegaskan di sini karena tidak sedikit orang yang mengambil sikap yang salah. Kesalahan yang dilakukan oleh Pdt Mangapin dan jemaatnya, bukanlah yang pertama kali. Saya ingin memberikan sebuah contoh lain. Ketika pada tahun 1991, saya terkejut
mendengar bahwa seorang teman telah berhenti dari pekerjaannya, demikian juga dengan istrinya. Anaknya juga telah dihentikannya dari sekolah.
Menurut rekan sekantornya hal itu dilakukannya karena ajaran baru yang diterimanya. Karena itu, dia menarik diri dari segala kesibukan dunia, yang menurutnya hal itu adalah duniawi. Mereka dan kelompoknya bersekutu terus sambil menanti datangnya Kristus.

Sebenarnya, sejarah gereja telah berulang kali menyaksikan adanya kesalahan yang sama di seluruh dunia dilakukan oleh orang-orang yang sesat dalam ketulusannya. Itulah sebabnya dalam khotbahNya tentang akhir zaman, Tuhan Yesus tidak lupa menegaskan sikap yang benar yang harus dilakukan oleh umatNya dalam menanti kedatanganNya.

Page 1 of 4