SURAT PENGGEMBALAAN BADAN PEKERJA MAJELIS SINODE GEREJA KRISTEN INDONESIA

Saudara-saudara anggota GKI yang kami kasihi dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Dalam kurun waktu satu sampai dua tahun terakhir ini, masyarakat telah dibanjiri oleh tulisan-tulisan populer dan ilmiah yang berhubungan atau bersentuhan dengan kekristenan, Tulisan-tulisan tersebut telah pula memancing reaksi orang-orang Kristen. Berbagai pertemuan studi, diskusi, dan percakapan telah diadakan sebagai upaya untuk memahami dan menentukan sikap terhadap tulisan-tulisan tersebut.

Gereja Kristen Indonesia menggumuli secara serius dan mendalam masalah ini. Pergumulan yang serius dan mendalam itu juga dipicu oleh munculnya tulisan salah seorang pendeta GKI berkenaan dengan salah satu tulisan ilmiah tentang penemuan makam keluarga Yesus, yang dikenal dengan makam Talpiot. Tulisan itu dipublikasikan dalam salah satu media massa nasional dan menimbulkan berbagai reaksi di kalangan anggota GKI khususnya, dan warga gereja umumnya. Anggota-anggota GKI yang memberikan reaksi itu pada umumnya memahami bahwa tulisan tersebut juga memuat semacam "manifesto iman" penulis tentang kebangkitan Yesus Kristus, yang dianggap atau diduga menyimpang dari ajaran GKI.

Dear bro. Andry,
Saya telah membaca SELURUH artikel itu, dari awal sampai akhir.
Memang, penemuan makam yg disebut sebagai makam keluarga Yesus di Talpiot itu, KELIHATANNYA, menjadi kabar baik untuk Ioanes Rakhmat (IR) dkk.

Perhatikan bagaimana dia menyusur argumentasinya mengenai 'objektivitas' serta 'kebenaran' makam itu sebagai makam Yesus. Perhatikan juga bagaimana dia mengutip teolog tertentu spt John Dominic Crossan untuk mendukung peristiwa itu. Padahal, kita tahu, Crossan, jelas sangat menolak fakta2 penting dalam Alkitab, termasuk kebangkitan Yesus.

Haleluya, Selamat Paskah bagi kita semua. Kiranya seperti rasul Paulus, kita menyerukan: "Yang kukendaki adalah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya" (Fil.3:10).

>Saya kira mereka yang pernah kuliah di STT Jakarta tahu betul tentang IR. Ia dulu seorang non-Kristen, pernah "stress" waktu ambil doktor di Belanda, tapi akhirnya selesai juga.

Page 2 of 3