Hotel Toledo, Tuk-Tuk, Pulau Samosir, 1-5 Sept. 05

Sharing Your Faith in the Pluralist Society
(Oleh: Pdt. Mangapul Sagala)

I. Indonesia sebagai Pluralist Society
Apa yang dimaksud dengan Pluralist Society?

Plural berarti jamak, lawan dari singular, tunggal. Asal-usul kata “plural” secara harafiah dapat ditelusuri dalam bahasa Latin: plus, pluris yang berarti "lebih", lebih dari satu. Society berarti masyarakat. Jadi kedua kata tersebut di atas mengacu kepada kondisi masyarakat yang jamak atau majemuk.

Pdt. Ir. Mangapul Sagala, M.Th

... Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" (Markus 12: 17)

Masalah iri hati, persaingan, benci-membenci, jerat-menjerat, bahkan keinginan untuk menghabisi orang lain atau kelompok lain, sebenarnya bukanlah masalah baru lagi. Karena hal itupun telah dialami oleh umat Allah di abad mula-mula, bahkan dialami oleh Tuhan Yesus sendiri. Demikianlah Penginjil Markus mencatat ada dua kelompok Farisi dan Herodian yang mendatangi Tuhan Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Dalam Injil Markus di tulis, "Orang-orang itu datang dan berkata kepadaNya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga... Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?" (Mark. 12:14).

Dengan memperhatikan pertanyaan ini, memang benar bahwa Tuhan Yesus sedang dijebak, karena bentuk pertanyaan ini menuntut Yesus untuk menjawab "Boleh" atau "Tidak", "Harus" atau "Tidak harus".

Exposisi Yoh.5.

Pengantar.
Salah satu tema yang sangat penting untuk diketahui oleh orang hidup adalah hidup itu sendiri. Khususnya bagi kita orang percaya, kita perlu terus merenungkan makna hidup dilihat dari Firman Tuhan. Kalau tidak, pemahaman kita akan hidup dapat menjadi begitu sekuler (duniawi). Sedihnya, kita dapat tidak menyadari hal itu. Hal ini bisa terjadi jika kondisi kerohanian kita semakin parah sehingga kita kurang peka terhadap kerohanian dan nilai-nilai yg kita anut. Ketidakpekaan ini bisa ditutupi dengan masih melakukan hal-hal rutin: masih ke Gereja, masih memberi perpuluhan dan seterusnya. Itulah sebabnya saya ingin membagikan perenungan pribadi saya dari Yoh.5 tersebut di atas. Bagaimanakah Firman Tuhan tersebut di atas mengajarkan tentang hidup?

PERTAMA, HIDUP ADALAH PERSAINGAN.
To live is to compete.

Oleh: Pdt. Mangapul Sagala

Pengantar:
I. Anak-anak merupakan bagian dari keluarga.

Kebenaran yang sangat penting tentang keluarga:
1. Penting kita ketahui bahwa keluarga adalah ‘institusi’ pertama yang didirikan Allah, bukan Gereja, bukan sekolah, dll (Kej.2:18-25).
2. Keluarga Kristen di dunia merupakan pusat dan tujuan dari perjanjian Allah (as the center of God’s covenant purpose). Perhatikan penetapan Allah pada Kej.12:3, di mana melalui berkat Allah kepada Abraham sekeluarga, seluruh bumi akan diberkati.

3. Keluarga Kristen di dunia merupakan miniatur keluarga Allah di dalam kekekalan. Itulah sebabnya keberhasilan kita membangun keluarga Kristen yang benar, pada saat yang sama merupakan kesaksian akan keluarga Allah. Sebaliknya, jika kita gagal membangun keluarga kita, maka sebagai anak-anak Allah, kita juga gagal menunjukkan keindahan keluarga Allah. Perhatikan gambaran bapa dan ibu yang diberikan kepada Allah di dalam Alkitab (Ef.3:14-15; Maz.103:13; Yes.66:13).

Oleh : Pdt. Ir. Mangapul Sagala, M.Th

I. Pengantar :
Betapa bahagianya kita, anak-anak Allah hidup dalam kehendak Allah, karena jika demikian, kualitas hidup kita akan begitu tinggi dan penuh makna. Seorang yang hidup dalam kehendak Allah dengan yang tidak, memiliki kualitas perbandingan bagai langit dan bumi. Sebagaimana nabi Yesaya menegaskan:

"Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu" (Yes. 55:8-9).
Karena itu, sekali pun mengetahui kehendak Allah itu sulit karena sangat dipengaruhi oleh banyak hal, namun kita tetap rindu untuk mengetahuinya.

II. Siapa yang dapat mengetahuinya?
Syarat mutlak yang harus dimiliki adalah: orang tersebut sudah dilahirkan kembali sehingga memiliki Roh Kudus dalam hatinya. Alkitab mengatakan: "Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan ; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani".(I Kor. 2:14). Siapakah orang yang takut akan Tuhan?

Page 3 of 5