Bersyukur untuk mahasiswa Tingkat II dan III yang diutus untuk kerja praktik 2 bulan di berbagai daerah, yiatu :

  1. Netti Gulo dan Nopelita Gultom di  Laerias.
  2. Epi Phany Silalahi di  Bonandolok.
  3. Serli Silitonga di Eben Ezer
  4. Nensi Gulo dan Tuti Gulo di Lontung.
  5. Andreas Sitorus di Ronggur ni Huta
  6. Juliriang Laoli dan Arnita Saragih di Brastagi.
  7. Muli Waruwu dan Resti Lumbantoruan di Hasinggan.
  8. Fermata Siregar di Silimalombu.
  9. Firmansyah Siregar dan Yotilina Gulo di Sidamanik
  10. Amsal Simarmata dan Simon Silitonga di Desa Lintong ni Huta

Rekan-rekan ytk, apakah sudah membaca pernyataan pastoral dari PGI tertanggal 28-5-2016? Itu adalah sebuah ajakan untuk menerima LGBT. Dalam buku saya berjudul Rahasia Hidup Bahagia, artikel 71 saya beri judul Quo Vadis PGI? Dengan membaca surat Pastoral di bawah, makin nampak pimpinan PGI yang semakin jauh dari ajaran Alkitab. Jika dalam artikel 71 tersebut di atas saya menyinggung Sidang Raya ke- 14 yang dipercepat karena dicurigai adanya penyimpangan moral dari pimpinannya, nampaknya, dari sikap pimpinan yang menyimpang dari Alkitab, kepemimpinan PGI boleh segera diganti. Jika tidak, PGI akan ditinggalkan oleh Gereja2 yang masih setia kepada Alkitab.
Salam prihatin. Mangapul Sagala.
Fw. Pernyataan Pastoral PGI tentang LGBT

Menyikapi kontroversi yang muncul dan berkembang di kalangan gereja-gereja dan di tengah masyarakat menyangkut keberadaan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender), Majelis Pekerja Harian PGI menyampaikan beberapa pertimbangan sebagaimana tertera di bawah.

Mengapa buku Da Vinci Code (DVC) yang ditulis Dan Brown begitu populer? Konon buku itu telah terjual lebih dari empat juta eksemplar. (Jika anda membelinya juga maka jumlah itu akan bertambah terus). Apakah itu disebabkan oleh adanya ‘hal-hal baru’ -yang bersifat provokatif- tentang kekristenan yang disingkapkan oleh buku tersebut sebagaimana dinyatakan oleh Teabing, salah satu tokoh dalam novel tersebut?

Sebenarnya pernyataan Teabing tersebut tidaklah benar. Hal apa yang baru tersingkap di sana? Banyak hal yang dikatakan di dalam DVC sudah pernah ditulis dua dekade sebelumnya. Pada tahun 1982 buku yang provokatif seperti itu telah terbit, yang berjudul Holy Blood, Holy Grail –HBHG (oleh Michael Baigent dkk). Itulah sebabnya The Los Angeles Times Book Review menulis: “Enough to seriuously challenge many traditional Christian beliefs, if not alter them”.

Pada sampul belakang buku HBHG tsb kita dapat membaca empat pertanyaan berikut:

Dalam beberapa waktu belakangan ini, ada kelompok yang menentang penggunaan kata Elohim dan hanya menerima nama YHWH sebagai panggilan yang benar kepada Allah. Kelompok tersebut mencoba meyakinkan pendengarnya dengan berbagai macam cara, baik melalui berbagai ceramah dan seminar, maupun dengan memproduksi VCD. Bagaimana sesungguhnya? Apakah kelompok tersebut dapat dibenarkan?
Jika kita mengamati Perjanjian Lama, khususnya kitab Pentateuch (Lima kitab Musa), maka kita akan menemukan bahwa ada tiga nama yang independen digunakan untuk Allah.

Nama pertama yang ditemukan di dalam text adalah Elohim (atau ‘El, ‘Eloah). Ini adalah nama umum untuk “Allah” atau “ilah”, (ilah2). Nama ini ditemukan sebanyak 812 kali di dalam Pentateuch (cth: Kej.1:1) dan 2600 kali di Perjanjian Lama (Ringgren: TDOT, 2570). Kata ini juga ditemukan dalam kitab Musa sebanyak 250 kali, yang mengacu kepada allah2 orang kafir (Kel. 20:3; 23:13; 32:1; Ul.4:7, 28; 5:7).

Banyak hal yang membuat kita senang atau bahagia dalam hidup ini. Tentu hal itu belum tentu sama dalam setiap orang. Bagi saya, hal yang sungguh membahagiakan adalah ketika merasakan kebenaran dan penggenapan firman Tuhan terus bergema dalam hidup sehari-hari. Karena itu saya akan mensharingkan beberapa hal, sebagai 'oleh-oleh' setelah enam bulan (Maret-Agustus 03) mengadakan research dan mengumpulkan bahan untuk disertasi di Cambridge-Inggris,:

Pertama, selama di sana, saya teringat firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita harus bekerja selagi siang, karena akan datang malam di mana tidak seorangpun dapat bekerja (Yoh.9:4). Saya bersyukur bahwa hampir setiap akhir pekan saya mendapat kesempatan melayani ke berbagai kota lain di Inggris dan beribadah di berbagai gereja. Betapa menyedihkan kondisi kekristenan yang saya lihat disana, khususnya kaum muda. Bangunan gereja memang besar dan memiliki arsitektur yang megah. Namun, pengunjungnya tidak banyak. Karena itu, tidak heran kalau di gereja yang besar dan megah itu hanya mengadakan satu kali kebaktian, bahkan beberapa gereja siap untuk dijual. Sedih menyaksikan kenyataan orang-orang berkerumun memasuki gereja, tapi bukan untuk beribadah dan berdoa, tetapi melihat keindahan arsitekturnya.

Page 1 of 5