Tiga tahun terakhir, terlihat adanya peningkatan Travel yang bertujuan untuk membawa umat mengadakan kunjungan wisata rohani ke Yerusalem. Seruan untuk mengikuti Holy Land Tour (HLT) terlihat sedemikian gencar dilakukan, baik melalui media cetak maupun elektronik. Itulah sebabnya, radio, tabloid dan majalah Kristen dan juga harian ibu kota semakin sering mengiklan HLT tsb.
Berbagai pendekatan dilakukan oleh pemilik jasa perjalanan tsb untuk menarik minat peserta sebanyak-banyaknya. Antara lain, ada yang dengan berani mengutip ayat-ayat dari Kitab Suci Alkitab, yang isinya seolah-olah menyuruh umat untuk pergi ke Yerusalem. Untuk melakukan hal itu, mereka mendekati orang-orang penting dan berpengaruh di Gereja, seperti pendeta, pengkhotbah terkenal serta artis-artis terkenal.

Oleh. Pdt Mangapul Sagala

Tema tersebut di atas merupakan tema yang sangat penting dan relevan untuk dibahas pada masa kini. Tema itulah yang kami bahas bersama Dr SAE Nababan, dalam seminar para pelayan Tuhan di Palembang pada waktu yang lalu.

Mengapa penting? Tidak dapat disangkali bahwa akhir-akhir ini, kehidupan para rohanian serta pelayan-pelayan Tuhan menjadi sorotan umum. Hal itulah yang cukup sering ditemukan di dalam berbagai media di mana jemaat mengeluhkan kehidupan pelayan di Gerejanya.

Oleh: Pdt. Mangapul Sagala

Salah satu hal yang menyedihkan hati saya dalam pelayanan adalah menyaksikan adanya anggota jemaat yang salah menghayati imannya. Saya menyaksikan sendiri bagaimana menderitanya seseorang ketika memahami dan mempraktekkan iman itu secara salah. Lebih menyedihkan lagi ketika korban tersebut tetap tidak menyadari bahwa apa yang dianggap dengan iman itu sebenarnya bukanlah iman yang benar. Saya akan menyebutkan dua contoh saja.

Pdt. Mangapul Sagala
Berapa lamakah periode seseorang melayani Tuhan? Satu periode? Dua periode? Di Gereja tertentu, seorang majelis hanya boleh dipilih selama dua periode. Tapi di Gereja lainnya, kemajelisan melekat kepadanya seumur hidup. Tentu masing-masing keputusan, memiliki motivasi dan pemahaman yang berbeda. Jika kita mengamati Alkitab, maka sesungguhnya, pelayanan itu adalah komitmen seumur hidup (a long life commitment). Itulah sebabnya, kita membaca di dalam Alkitab, Allah bersabda kepada Yosua: "HambaKu Musa telah mati; sebab itu, bersiaplah sekarang..." (Yos.1:2).

Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (SETIA) untuk kesekian kalinya mengalami musibah. Ribuan massa datang menyerang kampus dan asrama mereka. Alasannya sepele, seorang mahasiswa dituduh mencuri sandal. Padahal menurut mahasiswa, yang terjadi adalah mahasiswa melempar seekor tikus dengan sandalnya! Entah bagaimana caranya, peristiwa itu berlanjut dengan hadirnya massa dengan begitu cepat membawa alat-alat tajam, melempari asrama mahasiswa putra mau pun asrama putri.

Pdt. Mangapul Sagala

Sesungguhnya, pelayanan itu adalah sesuatu yang sangat mulia. Sayang sekali, sebagian orang yang melayani Tuhan tidak menghayatinya demikian. Seorang yang sedang melayani Tuhan, meminta rekannya mencarikan pekerjaan yang lebih baik. Meresponi hal itu, dengan wajah yang agak heran, rekannya bertanya apakah ada pekerjaan lain yang lebih baik dan lebih mulia daripada pekerjaan seorang hamba Tuhan.

Page 2 of 6