Pdt. Mangapul Sagala

Apakah tuntutan yang sangat penting bagi seorang pelayan Tuhan, yang tidak boleh tidak ada di dalam dirinya? Harus memiliki gelar teologia? Atau, harus memiliki karunia-karunia rohani dan pengalaman? Semua itu, tentu baik dan diperlukan. Tapi tanpa itu pun seorang tetap dapat melayani Tuhan. Lalu kwalitas apa yang dituntut dari setiap pelayan Tuhan? Kasih? Tentu saja. Tanpa kasih, seseorang sulit melayani dengan baik. Hal itu, telah banyak dikhotbahkan dan dituliskan.

Pdt. Mangapul Sagala
Professor Alan Cole, yang pernah mengajar di Trinity Theological College, Singapura pernah mengatakan satu kalimat yang sangat mengejutkan saya: "I hate a good start, but with a bad ending" (Saya membenci permulaan yang baik tetapi dengan akhir yang jelek) Hal itu dikatakannya sebagai kalimat pertama dari khotbahnya pada sebuah peristiwa akbar dan megah, yaitu wisuda para sarjana dan master teologia dari TTC tsb. Selanjutnya, Cole menunjuk kepada kemegahan suasana, nyanyian dalam acara wisuda tsb, lengkap dengan toga dan stola warna warni dari para wisudawan.

MASALAH GELAR

Setelah rasul Paulus menegaskan tentang pentingnya kekudusan hidup, "dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian" (2Kor. 1:12), dan "menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan" (2Kor.4:1-2), maka hal selanjutnya yang ditegaskannya adalah menjaga kemurnian ajaran. Dengan perkataan lain, setiap pelayan Tuhan harus mengetahui pengajaran Alkitab dengan benar. Termasuk di sini dapat kemampuan membedakan mana ajaran Alkitab yang bersifat primer dan mana yang sekunder (2Kor.4.5).

Tanggal 10 November telah ditetapkan oleh pemerintah kita sebagai Hari Pahlawan. Barangkali ada di antara kita yang bertanya: "Masih adakah pahlawan di Republik ini?" Saya kira, pertanyaan seperti itu tidak harus kita terima sebagai sebuah pertanyaan yang negatif. Boleh jadi, ada yang demikian, yang dengan sikap sinis dan apatis bertanya. Namun, saya yakin bahwa pertanyaan seperti itu dapat dilontarkan oleh seseorang yang tulus dan sungguh-sungguh. Pertanyaan yang sama dapat keluar dari orang-orang yang sangat prihatin melihat perjalanan Repulik Indonesia, negara yang kita cintai ini. Mengapa?

Ada satu ungkapan dalam bahasa Inggris yang sangat terkenal: “No gain without pain” (Tiada bahagia tanpa derita). Dengan perkataan lain, ada harga yang harus dibayar untuk setiap kebahagiaan. Tidak ada jalan pintas, juga tidak ada sesuatu yang gratis untuk sebuah kenikmatan sejati. Sekiranya ada kebahagiaan dan kenikmatan yang kita miliki secara gratis dan tidak membayar apapun, maka kemungkinan besar sudah ada orang yang membayarnya bagi kita. Atau, kita menyuruh orang lain membayar untuk kenikmatan kita tersebut.

Ada rekan yang pernah mengeluh terhadap kehidupan alumni Jakarta. Dia mengatakan bahwa kehidupan alumni saat ini semakin materialis, hedonis dan sekularis. Nampaknya, pernyataan itu ada benarnya. Namun, tidak berlaku bagi semua alumni. Mengapa? Karena mulai hari ini (Sabtu pagi hingga sore) ada sekelompok alumni Jakarta yang mengadakan satu hajatan besar, yaitu mengadakan sebuah seminar bergengsi dengan tema: Secret gospels and Jesus’ Inner Circle dan sub tema: Membongkar injil yang bukan PB dan Yesus yang bukan Kristus. Seminar tersebut diadakan tiga hari secara berturut-turut: hari pertama adalah untuk akademisi, hari kedua (Minggu) merupakan seminar untuk publik dan ahkirnya hari ketiga (Senin) adalah untuk para pendeta dan Penginjil.

Page 3 of 6